Skip to content

Menilai Kemampuan Orgasme Wanita dari Cara Berjalannya

January 29, 2010
tags: ,

Pernahkah Anda memperhatikan cara jalan perempuan? Ternyata cara jalan mereka berhubungan dengan kemampuan orgasmenya lho! Sebuah penelitian membuktikannya.

Sebuah tim yang dipimpin oleh Stuart Brody dari Universitas West Scotland dan bekerja sama dengan beberapa perwakilan dari Belgia mengadakan sebuah penelitian.

Penelitian dilakukan dengan mengamati dan merekam cara jalan 16 mahasiswi asal Belgia. Tak hanya itu ke 16 mahasiswi tadi kemudian disodorkan beberapa pertanyaan mengenai kehidupan seks mereka.

Cara jalan tersebut kemudian di bandingkan dengan jawaban ke 16 perempuan tadi. Dalam penelitian ditemukan bahwa perempuan yang cara jalannya tegap, dengan kaki lurus, serta ada gerakan memutar di panggul dan tulang belakang (seperti cara jalan seorang model di atas catwalk) menunjukkan bahwa perempuan itu memiliki sejarah orgasme yang baik. Perempuan-perempuan tadi juga tidak memiliki trauma dalam hal bercinta. Cara jalan mereka menunjukkan keterbukaan dan kebebasan.

Sedangkan cara jalan perempuan yang terlihat aneh ternyata berhubungan dengan pengalaman seks masa lalunya. Rangsangan pada dinding vagina seorang perempuan dapat mempengaruhi cara jalannya. Selain itu cara jalan perempuan juga menunjukkan rasa percaya dirinya, termasuk dalam hal bercinta

Hubungan Cara Berjalan Dengan Orgasme

Bagaimanakah cara Anda berjalan, tergesa-gesa, lambat, atau melangkah dengan mantap?

Ternyata, cara perempuan berjalan bisa mencerminkan kemampuannya mencapai orgasme. Ini menurut sebuah penelitian yang berjudul Gait may be associated with orgasmic ability (gaya berjalan mungkin berkaitan dengan kemampuan untuk orgasme) yang dipublikasikan dalam Journal of Sexual Medicine.

Wanita yang melangkah dengan enerjik atau melangkah dengan pasti dan luwes, disebut-sebut sebagai kelompok yang selalu mengalami orgasme. “Berdasarkan pengamatan, mungkin ada kaitan antara orgasme dengan cara berjalan. Mereka yang sering orgasme biasanya berjalan dengan luwes, tidak kaku, berenergi, dan juga sensual,” tulis peneliti dalam laporannya.

Untuk menguji teorinya, gabungan tim peneliti dari the Catholic University of Louvain di Belgia dan University of West Scotland, meminta para mahasiswa menjawab kuisioner mengenai kebiasaan seksual mereka.

Para mahasiswa tersebut dibagi ke dalam dua kelompok, yakni yang menjawab sering atau selalu orgasme dan kelompok yang mengaku jarang atau tidak pernah. Lalu mereka diminta berjalan sejauh 100 meter sambil membayangkan sedang berada di pantai yang indah. Setelah itu mereka diminta berjalan lagi sambil membayangkan pria yang mereka cintai.

Nah, kemudian dua orang ahli seksologi diminta menebak kemampuan orgasme para responden tadi berdasarkan cara berjalannya. Sebelumnya, ahli seksologi ini tidak diberitahu masuk dalam kelompok mana saja para mahasiswa tadi. Hasilnya menarik, karena 81 persen jawaban ahli seksologi tadi benar.

“Pada saat orgasme vagina, otot-otot di sekitar panggul lentur. Bila sering orgasme, cara berjalan pun lebih natural, ada harmonisasi antara kaki, panggul, dan gerakan tulang belakang,” kata Stuart Brody, profesor psikologi dari Universitas West Scotland.

Meski begitu, Brody mengatakan mereka yang melangkah dengan mantap dan luwes mungkin saja karena memiliki kesehatan mental yang baik, lebih percaya diri dan punya hubungan seksual yang memuaskan. Jadi, teori ini harus dibuktikan lebih lanjut.

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: