Skip to content

MUI keluarkan Fatwa untuk Suster Keramas

January 4, 2010

Majelis Ulama Indonesia (MUI) enggan mengeluarkan fatwa terhadap peredaran film Suster Keramas. Sebab, isinya sudah jelas tidak layak menjadi tontonan karena berunsur pornografi, terutama bagi kaum muslimin. Karena itu, MUI tak perlu mengeluarkan fatwa. Demikian dikatakan Ketua Bidang Fatwa MUI, Kiai Haji Anwar Ibrahim, di Jakarta, Sabtu (2/1). Anwar berpandangan, perlu ada aturan tegas dari pemerintah untuk melindungi masyarakat dari pornografi.

Sebelumnya MUI Kota Samarinda, Kalimantan Timur, menyatakan film yang dibintangi artis porno asal Jepang, Rin Sakuragi, ini tak layak ditonton. Alasannya, film produksi Maxima Pictures tersebut lebih banyak mengeksploitasi adegan berbau pornografi ketimbang cerita yang mendidik. Salah satunya adegan seorang wanita membuka pakaian dalam di hadapan dua laki-laki [baca: Suster Keramas Dilarang di Samarinda].

Sementara itu, Ketua Lembaga Sensor Film (LSF), Djamaludin Abidin, mengatakan, pihaknya telah menjalankan tugas dengan baik. Beberapa adegan yang dianggap melanggar etika susila digunting, baik gambar maupun ungkapan suara mengindikasikan ke arah pornografi. LSF sendiri merasa harus berhati-hati memotong film ini, dari lima rol, empat rol terkena potong karena gambar maupun ungkapan yang tidak layak.

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: